UANG DALAM PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN INDONESIA

Uang Dalam Pertumbuhan Ekonomi Makro Indonesia



I. Pendahuluan

Dalam ilmu ekonomi modern, uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya juga untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Kesimpulannya uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, serta pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan. Jika melihat bahan pembuatan uang, maka jenis uang bisa dibagi menjadi dua berdasarkan bahannya, yaitu:

Pada awalnya di Indonesia, uang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut.

Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.


II. Latar Belakang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum. Objek tukar dapat berupa benda atau jasa yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa, kekayaan berharga lainnya, serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Kesimpulannya, uang adalah suatu benda yang diterima umum oleh masyarakat sebagai pengukur nilai, penukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa. Pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.


III. Pembahasan

A. Definisi Uang dan Ekonomi

Definisi umum dari uang adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat tukar. Alat tukar sendiri dalam ekonomi memiliki makna segala sesuatu yang diterima oleh masyarakat secara luas sebagai alat pembayaran dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Definisi ekonomi adalah semua yang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan perikehidupan dalam rumah tangga tentu saja yang dimaksud dan dalam perkembangannya kata rumah tangga bukan hanya sekedar merujuk pada satu keluarga yang terdiri dari suami, isteri dan anak-anaknya, melainkan juga rumah tangga yang lebih luas yaitu rumah tangga bangsa, negara dan dunia.


B. Pengertian Uang sebagai Alat Tukar dan Alat Ekonomi


Pengertian uang merupakan alat tukar menukar, dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa.

 

Fungsi uang dalam perekonomian adalah sebagai penunjang kegiatan ekonomi dan sosial. Uang merupakan benda yang sangat berpengaruh dalam masyarakat dan dianggap sangat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.

Hal tersebut dikarenakan setiap orang akan termotivasi untuk memperoleh uang sehingga mereka ingin bekerja ataupun melakukan kegiatan ekonomi. Motivasi ini didapatkan juga karena uang merupakan sebuah kebutuhan dalam kehidupan.


C. Manfaat, dan Pengaruh Uang Dalam Perekonomian Suatu Negara

1. Sebagai Pendorong Aktifitas Ekonomi

Uang sangat berpengaruh dalam masyarakat dan dianggap sangat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Hal ini dikarenakan setiap orang akan termotivasi untuk memperoleh uang sehingga mereka ingin bekerja atau melakukan kegiatan ekonomi. Motivasi ini didapat juga karena uang adalah sebuah kebutuhan dalam kehidupan.


2. Sebagai Alat Tukar

Alat tukar merupakan fungsi utama uang karena pada dasarnya penggunaan uang adalah untuk memudahkan pertukaran. Adanya uang menjadikan kamu lebih fleksibel dalam menentukan pilihan antara pembeli dan penjual sehingga tidak perlu lagi memiliki keinginan timbal balik seperti pada pola barter.

Pada zaman dulu orang akan melakukan proses pertukaran barang dengan barang yang nilainya kurang lebih sama. Di zaman modern, pertukaran tidak lagi menukarkan barang tapi hanya dengan memakai uang yang dimanfaatkan sebagai alat tukar. Uang inilah yang mampu mengatasi kesulitan pertukaran dengan cara barter.

3. Sebagai Alat Pembayaran

Uang adalah sebagai alat pembayaran. Tanpa uang, manusia tidak akan dapat membeli sebuah barang atau jasa. Arti dari fungsi ini adalah bahwa manusia menggunakan uang untuk membayar jasa atau barang yang dibutuhkannya.

4. Sebagai Satuan Hitung

Uang sebagai satuan hitung adalah sebagai satuan hitung sudah merupakan suatu keharusan. Tanpa adanya satuan hitung orang akan sulit menentukan nilai atau harga suatu barang dan jasa.

Karena nilai dari bermacam-macam barang atau jasa yang ditawarkan di luar sana cukup bervariatif sehingga mudah dengan ditunjukkannya oleh uang sebagai untuk satuan hitung. Satuan hitung yang dimaksudkan di sini adalah menghitung besar dan kecilnya pinjaman serta menunjukkan besar kekayaan.

5. Sebagai Penimbun Kekayaan

Uang sebagai penimbun kekayaan adalah Bagian kekayaan seseorang atau perusahaan dalam menunjukkan seberapa besar finansial yang dimilki. Ini berarti menyimpan uang sama artinya dengan menyimpan kekayaan.


D. Dampak Baik dan Buruk Dari Pengendalian Jumlah Uang Beredar Dalam Sebuah Negara

Jumlah uang beredar teramat penting karena peranannya sebagai alat transaksi penggerak perekonomian. Besar kecilnya jumlah uang beredar akan mempengaruhi daya beli riil masyarakat dan juga tersedianya komoditi kebutuhan masyarakat. Jumlah uang beredar yang ada di tangan masyarakat harus berkembang secara wajar.

Hal ini tentunya akan memberikan dampak baik terhadap perekonomian, namun perkembangan yang terlalu meningkat tajam akan dapat memicu inflasi yang tentunya memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, jumlah uang beredar harus dapat dikendalikan sesuai dengan kapasitas perekonomian suatu negara, yaitu diupayakan agar jumlah uang yang beredar tidak terlalu banyak, dan juga tidak terlalu sedikit. Berikut dampak baik dan buruk Inflasi :

1. Dampak Baik

  • Tingkat inflasi ringan membawa pengaruh positif untuk mendorong perekonomian. Hal ini membantu meningkatkan pendapatan nasional, mendorong masyarakat untuk menabung, investasi, dan bekerja.
  • Dampak inflasi karena penurunan nilai mata uang, tidak merugikan sebagian kelompok. Contohnya pengusaha mendapatkan keuntungan dari penghasilan.
  • Dampak positif inflasi bagi produsen yaitu mendapatkan pendapatan lebih tinggi, dari kenaikan biaya produksi.
  • Inflasi memberikan dampak positif untuk debitur. Penyebabnya ketika pembayaran utang, nilai uang lebih rendah dibandingkan ketika meminjam.

2. Dampak Buruk

  • Inflasi yang tidak terkendali membuat perekonomian sulit berkembang. Terjadi penurunan dan minat masyarakat untuk menabung dan investasi. Penyebabnya karena nilai mata uang semakin menurun.
  • Bagi karyawan penghasilan tetap, penurunan nilai mata uang merugikan beberapa kelompok. Pendapatan mereka tidak mengalami kenaikan, tetapi harga barang semakin tinggi.
  • Kreditur mendapatkan kerugian karena nilai uang untuk pengembalian utang lebih rendah. Inflasi dapat meningkatkan biaya produksi dan kenaikan harga kebutuhan.
  • Inflasi tinggi berdampak pada rencana pembangunan pemerintah dan anggaran belanja negara(RAPBN).


E. Penyebab Terjadinya Penurunan Nilai Mata Uang Suatu Negara



Devaluasi adalah tindakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang negaranya terhadap nilai mata uang negara lain secara mendadak dan dalam perbedaan yang cukup besar atau penurunan nilai-nilai tukar (exchange rate) secara resmi atas mata uang domestik terhadap valuta asing atau mata uang dari negara-negara lain.

Devaluasi terjadi karena adanya ketidak-seimbangan atau defisit-nya neraca pembayaran. Neraca pembayaran defisit, terjadi apabila jumlah pembayaran lebih besar dari pada jumlah penerimaan. Berikut rinciannya:

1. Tingginya kegiatan import yang dilakukan oleh suatu negara tanpa diimbangi dengan kegiatan export yang seimbang.

2. Semakin meningkatnya permintaan untuk mengkonversi nilai mata uang akibat tingginya kegiatan import.

3. Banyaknya investor yang bermain dengan cara Safe Haven (Berpindah-pindah jenis investasi yang memiliki resiko rendah).

4. Pencetakan uang yang berlebihan.

5. Resesi ekonomi global.

6. Hutang negara.
 
7. Kemiskinan & Pengangguran.


F. Uang Menjadi Indikator Tingkat Kesejahteraan dan Maju Mundur nya Perekonomian Suatu Negara


Tujuan utama setiap negara melakukan pembangunan ekonomi adalah untuk memeroleh kemakmuran, baik kemakmuran bagi negara maupun kemakmuran bagi penduduknya. Kemakmuran hanya bisa diperoleh apabila pembangunan ekonomi yang dilakukan suatu negara berhasil. Tiga aspek dalam indikator ekonomi, yaitu:

1. Laju Pertumbuhan Ekonomi

Menurut pandangan kaum tradisional, laju pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan suatu pembangunan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan indikator keberhasilan pembangunan ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah suatu keharusan.

2. Gross National Product (GNP) Pendapatan Nasional Per-kapita

Pendapatan nasional perkapita bisa dihitung dengan cara membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduk. Penghitungan pendapatan nasional per kapita biasanya dilakukan setiap satu tahun sekali. Hingga saat ini, pendapatan nasional per kapita masih digunakan sebagai tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional per kapita suatu masyarakat, maka akan semakin sejahtera masyarakatnya. Masyarakat yang sejahtera merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara.

3. Gross Domestic Product (GDP) Pendapatan Daerah Per-kapita

Salah satu kelemahan yang ada pada sistem penghitungan PDB selama ini adalah ketidakmampuannya mengakomodasikan indikator-indikator non-ekonomi (faktor lingkungan) sebagai aspek penting bagi tingkat kesejahteraan.


G. Bagaimana Upaya Pemerintah Menjaga, Mempertahankan dan Meningkatkan Nilai Mata Uang Negara Indonesia (Rupiah)

Upaya Pemerintah Menjaga, Mempertahankan dan Meningkatkan Nilai Mata Uang Negara Indonesia ada beberapa diantara nya adalah :

1. Pemerintah dari sektor energi dengan memperluas penerapan biodiesel 20 persen (B20) mulai 1 September 2018.. Pemerintah berharap perluasan penerapan B20 dapat menekan impor.

2. Pemerintah juga memberikan kemudahan perizinan untuk menarik investasi ke Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan sistem perizinan online terpadu (OSS).

3. Pemerintah juga memberikan kemudahan dalam hal perpajakan.

4. Pemerintah merancang insentif fiskal, tax allowance, tax holiday, mini tax holiday, PPh Final untuk UMKM, super deduction.

5. Pemerintah juga mengkaji ulang proyek-proyek infrastruktur yang memiliki bahan impor yang tinggi. Tak hanya itu, baru-baru ini pemerintah juga mengendalikan impor barang konsumsi. Salah satunya dengan merevisi tarif pajak penghasilan (PPh) 22 untuk 1.147 barang impor.

6. Kementerian ESDM juga menunda pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 15,2 giga watt (GW). Hal ini untuk menekan impor komponen di sektor energi.


H. Contoh dalam Mengatasi dan Mengendalikan Jumlah Uang Beredar



Meski penurunan nilai Rupiah merupakan tanggung jawab pemerintah, tapi kita sebagai warga indonesia yang baik juga dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini. Cara yang dapat kalian lakukan untuk membantu Rupiah menguat, sebagai berikut :

1. Membeli Produk dalam Negeri serta Menahan Diri terhadap Produk Import



2. Tidak Menimbun Dollar dan Menukarkan nya dengan Rupiah



3. Berwirausaha dengan Orientasi Eksport




4. Berwisata dan Menikmati Wisata Dalam Negeri



5. Berinvestasi di Dalam Negeri



Sekian yang bisa saya sampaikan Tujuan saya menyampaikan ini untuk berbagai ilmu dengan teman-teman sekalian, Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

Assalamualaikum Wr. Wb.


Mahasiswa STIE MBI Program management

Mirza Syarif Muhammad Abduh (Beg)

NIM : 22010258

Sumber Referensi : 

https://asset.kompas.com/crops/RipWZcXNYdLYfPPKQlLiqq67cyo=/0x1:1124x750/375x240/data/photo/2022/04/11/62535952e5c22.jpeg

https://id.wikipedia.org/wiki/Uang

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fjambi.antaranews.com%2Fberita%2F520661%2Fnilai-tukar-rupiah-menguat-dibayangi-kebijakan-agresif-bank-sentral-global&psig=AOvVaw01ug70mWvjhJLvFYxANmqK&ust=1665319206333000&source=images&cd=vfe&ved=0CAwQjRxqFwoTCMDZ5dDT0PoCFQAAAAAdAAAAABAF

https://www.gramedia.com/literasi/uang/#:~:text=Pengertian%20uang%20merupakan%20alat%20tukar,dari%20penjualan%20barang%20dan%20jasa.

https://www.merdeka.com/jatim/8-fungsi-uang-dalam-perekonomian-jangan-sampai-keliru-kln.html

Komentar